| Iman Seorang Ibu Yang Saleh |
|
|
|
| Posted by GPdI-Sejahtera Online Team |
| Monday, 28 May 2001 13:39 |
|
"Sebab aku teringat akan imanmu yang tulus ikhlas, yaitu iman yang pertama-tama hidup di dalam nenekmu Lois dan di dalam ibumu Eunike dan yang aku yakin hidup juga di dalam dirimu" (2 Timotius 1:5). Paulus mengakui sifat-sifat luhur Timotius dan memilih menyebutkan secara khusus "iman yang tulus ikhlas" (ayat 5). Ia kemudian melanjutkan untuk menegaskan bahwa iman ini mula-mula tinggal di dalam diri neneknya Lois dan juga ibunya Eunike. Betapa menakjubkan iman tiga generasi ini! 1. Iman Ibu Harus Kuat Suatu telaah yang teliti terhadap Kisah Para Rasul 16:1 bersama-sama dengan 2 Timotius 1 dan 3, akan memperjelas bahwa ibu ini memiliki iman kepada Allah yang kuat secara alkitabiah dan menyelamatkan melalui Tuhan kita Yesus Kristus. Tidak ada hal lain yang lebih dibutuhkan di negeri kita pada masa kini ketimbang ibu-ibu yang mempunyai kualitas iman seperti ini. 2. Iman Ibu Harus Tampak Paulus mengatakan kepada Timotius untuk "tetap berpegang pada kebenaran yang telah engkau terima dan engkau yakini, dengan selalu mengingat orang yang telah mengajarkannya kepadamu" (3:14). Tugas ibu adalah mengajarkan firman Allah dengan cara tertentu sehingga firman Allah itu menyediakan dasar bagi kepercayaan dan kelakuan anak. 3. Iman Ibu Harus Dibagi-bagikan Iman seorang ibu mempunyai pengaruh yang abadi. Dan ini menjadi landasan tanggung jawab para ibu untuk memahami iman pada firman Allah dan Anak-Nya, yang dapat dibagikan kepada keluarga, sahabat-sahabat, dan bahkan musuh-musuh. (source: Berita Mimbar, No. 239/Stephen F. Olford | Gloria Cyber Media) |


