|
Tantangan Paling Penting Dalam Kehidupan Lajang |
|
|
|
|
Posted by GPdI-Sejahtera Online Team
|
|
Wednesday, 21 April 2004 13:45 |
|
Pernikahan melibatkan potensi yang luar biasa bagi kebahagiaan, tetapi juga ada banyak resiko kegagalan Hasil pengumpulan pendapat yang diadakan oleh sebuah majalah populer baru-baru ini, cukup membuktikan bahwa tujuan utama dalam hidup kebanyakan orang masih tetap sama yaitu : " Menikah Dan Bahagia ". Pernikahan melibatkan potensi yang luar biasa bagi kebahagiaan, tetapi juga ada banyak resiko kegagalan. Pada waktu dua orang jatuh cinta dan memutuskan untuk menghabiskan sisa hidup mereka bersama-sama, mereka dapat menciptakan sukacita bagi diri mereka sendiri dan anak-anak mereka kelak atau malapetaka bagi setiap orang yang terlibat.
Memilih pasangan merupakan tantangan yang paling penting bagi pria dan wanita lajang, karena pilihan seseorang dengan siapa ia akan menikah lebih penting daripada segala sesuatu yang lain yang akan digabungkan untuk membuat pernikahannya berhasil. Banyak orang mengalami kegagalan dalam pernikahan karena mereka memilih pasangan "Seumur Hidup" mereka dengan begitu buruknya. Mereka kurang mendapatkan pengetahuan dan pelatihan dalam hal tersebut. Masyarakat kita terbiasa diajarkan untuk bersandar semata-mata kepada "naluri alamiah" mereka dalam memilih pasangan. Sesungguhnya sangat dibutuhkan kecakapan dalam memilih pasangan, mengingat sangat pentingnya memilih pasangan yang tepat agar tercapainya kebahagiaan dalam pernikahan. Memilih pasangan pernikahan dengan berhasil adalah kecakapan yang dapat dipelajari dan dikembangkan. Neil Clark Warren dalam bukunya " Temukan Cinta Di Hidup Anda ", menjelaskan ada 10 karakteristik yang perlu diperhatikan dalam memilih pasangan yang tepat, yaitu : 1. Kepribadian Anda harus menentukan tipe kepribadian apa yang anda inginkan dimiliki oleh pasangan anda kelak. Apakah anda senang pasangan yang pendiam atau cerewet? Apakah anda menyukai orang yang bersemangat atau yang tenang? Apakah anda tertarik kepada orang yang lucu atau serius? Apakah anda suka kepada seorang yang kuat dan independent atau orang yang penurut? Carilah seseorang yang kepribadiannya akan membuat anda benar-benar bahagia selama bertahun-tahun hidup bersamanya. 2. Intelegensi Dalam pernikahan yang stabil terdapat korelasi yang tinggi dalam hal intelegensi diantara pasangan. Pribadi-pribadi akan melakukan hal yang terbaik bila disandingkan dengan sesorang yang mirip dalam kecerdasannya. 3. Penampilan Selera pribadi anda harus dipertimbangkan sewaktu membentuk gambaran pasangan ideal anda. Anda harus menetapkan pilihan anda sendiri mengenai tinggi badan, penampilan wajah, gaya berpakaian dan gerak-gerik fisik dari pasangan anda. 4. Ambisi Kesamaan tingkat ambisi sangat penting untuk dimiliki oleh kedua orang yang berpasangan dalam pernikahan, agar mereka dapat mencapai sasaran-sasaran mereka dan meraih impian-impian mereka. 5. Daya Tarik Rasa saling tertarik baik emosi maupun fisik mutlak harus ada diantara kedua orang yang akan menikah untuk kepuasan pernikahan jangka panjang. 6. Kerohanian Penelitian secara konsisten menunjukkan bahwa komitmen agama dan kesuksesan pernikahan sangat berkaitan. Bukan hanya kesamaan agama yang perlu diperhatikan oleh dua orang yang akan menikah, tapi juga orientasi atau minat kerohanian dari pasangannya. Istilah "kerohanian" pada pokoknya lebih dalam dari agama. Agama seringkali menunjuk kepada hal-hal yang eksternal, tindakan-tindakan berdasarkan tradisi agamawi, sedangkan kerohanian menunjuk pada iman dan kepercayaan internal yang mencakup kehidupan batiniah. 7. Karakter Konsistensi karakter orang merupakan prasyarat mendasar untuk pernikahan yang stabil. Karakter calon pasangan harus benar-benar dikenal terlebih dahulu, agar dapat melangkah masuk kedalam pernikahan dengan bekal saling mempercayai satu sama lain. 8. Kreativitas Apabila cinta dicampur dengan kreativitas, dua kekasih dapat merayakan sepenuhnya dan menikmati hidup mereka bersama-sama. Orang yang akan menikah harus mengetahui dan siap menerima dalam hal-hal apa saja calon pasangannya memiliki kreativitas yang baik, dan dalam hal apa saja ia tidak memilikinya. 9. Kemampuan menjadi orangtua Apabila anda mendambakan mempunyai sebuah keluarga dengan kehadiran anak-anak, anda harus menemukan pasangan yang mau berbagi untuk sasaran itu. Perlu diketahui apakah pasangan anda menaruh perhatian dan memiliki kemampuan sebagai orangtua atau tidak. 10. Keaslian Pernikahan yang baik membutuhkan dua orang yang asli. Setiap orang yang memasuki pernikahan perlu memiliki kemampuan untuk menjadi diri sendiri seutuhnya, untuk jujur dengan pendapat-pendapat sendiri dan menyukai diri sendiri, dengan demikian ia akan memberikan kebebasan kepada pasangannya untuk menjadi seperti dirinya sendiri. (source: House of Glory) |