Home Articles Tips Cara Mengeritik Yang Baik
Cara Mengeritik Yang Baik PDF Print E-mail
Posted by GPdI-Sejahtera Online Team   
Monday, 23 December 2002 07:00
Memberi kritik memang jauh lebih mudah daripada menerimanya. Dan kritik paling efektif diberikan bila:

1. Kritik tidak bersifat evaluatif, melainkan menerangkan secara rinci dan jelas aspek perilaku yang perlu diubah. Uraikanlah bagian mana dari perilakunya yang membuat Anda merasa perlu mengritiknya.

2. Ada kebutuhan dari orang yang dikritik. (Ini hanya bisa muncul bila ia memang siap menerima dan menganggap ada manfaat dari kritik tersebut).

3. Ada rasa saling menghormati dan keterbukaan antara pemberi dan penerima kritik. Karena itu, rekan sejawat yang paling sering berinteraksi di pekerjaan, sebenarnya adalah mitra yang berpeluang besar untuk melakukannya. Tentu saja sepanjang jalinan hubungan di tempat kerja juga harmonis.

4. Ada manfaat dari kritik itu untuk masa yang akan datang. Intinya, sesuatu yang sudah berlalu dan rasanya tak akan terjadi lagi, hendaknya tak perlu dijadikan "bahan kritik." Berilah kritik yang berkaitan dengan apa yang dapat dilakukan seseorang di masa datang.

5. Yang dikritik memang sesuatu yang dapat diubah dari dirinya. Karena itu, mengkritik kelainan tubuh, warna kulit, cacat bawaan, jelas tidak bisa disebut kritik, melainkan cemoohan atau pelecehan. Hindarilah hal ini, karena pasti akan menyakitkan hati.

****

Cara Memberi Kritik yang Baik

Memberi kritik memang jauh lebih mudah daripada menerimanya. Dan kritik paling efektif diberikan bila:

1. Kritik tidak bersifat evaluatif, melainkan menerangkan secara rinci dan jelas aspek perilaku yang perlu diubah. Uraikanlah bagian mana dari perilakunya yang membuat Anda merasa perlu mengritiknya.

2. Ada kebutuhan dari orang yang dikritik. (Ini hanya bisa muncul bila ia memang siap menerima dan menganggap ada manfaat dari kritik tersebut).

3. Ada rasa saling menghormati dan keterbukaan antara pemberi dan penerima kritik. Karena itu, rekan sejawat yang paling sering berinteraksi di pekerjaan, sebenarnya adalah mitra yang berpeluang besar untuk melakukannya. Tentu saja sepanjang jalinan hubungan di tempat kerja juga harmonis.

4. Ada manfaat dari kritik itu untuk masa yang akan datang. Intinya, sesuatu yang sudah berlalu dan rasanya tak akan terjadi lagi, hendaknya tak perlu dijadikan "bahan kritik." Berilah kritik yang berkaitan dengan apa yang dapat dilakukan seseorang di masa datang.

5. Yang dikritik memang sesuatu yang dapat diubah dari dirinya. Karena itu, mengkritik kelainan tubuh, warna kulit, cacat bawaan, jelas tidak bisa disebut kritik, melainkan cemoohan atau pelecehan. Hindarilah hal ini, karena pasti akan menyakitkan hati.

(source: Terang Dunia)

 

Add comment


Security code
Refresh

User Login


Polling

Berapa kali dalam seminggu Anda ke gereja?
 

Flag Counter

free counters

Who is online

We have 27 guests and 1 member online

jConnector