Home Articles Bible Studies Pandangan Alkitab Tentang Uang
Pandangan Alkitab Tentang Uang PDF Print E-mail
Posted by GPdI-Sejahtera Online Team   
Wednesday, 20 June 2001 14:12
Apakah gunanya uang ditangan orang bebal untuk membeli hikmat, sedang ia tidak berakal budi.

I Timotius 6:10
Karena akar dari segala kejahatan adalah cinta uang.

I. PENDAHULUAN:

P-U-S-H artinya tekanan. Setan menekan manusia dengan 4 hal yaitu P-U-S-H artinya Pangkat, Uang, Sex, Harga Diri.

Diakhir zaman ini salah satu senjata iblis yang digunakan untuk menyerang dan menekan manusia adalah dengan keempat hal tersebut.

Uang dapat diibaratkan sama seperti pisau. Pisau dapat bermanfaat tetapi bisa juga menjadi sesuatu yang jahat dan alat yang berbahaya tergantung bagaimana dipergunakan dan tangan siapa yang memanfaatkan. Demikian pula halnya uang; dengan uang dapat dikerjakan hal-hal yang membangun; namun dengan uang pula dapat dikerjakan hal-hal yang merusak. Uang dapat membuat sebuah pelayanan maju tetapi uang juga dapat membuat pelayanan menjadi hancur.

Manusia tidak dapat hidup tanpa uang tetapi sebaliknya kita juga tidak dapat hidup hanya untuk mengejar uang karena itu akan membawa kita jatuh dalam kejahatan dan kehancuran. Uang adalah pisau, tergantung siapa yang memakainya, tergantung dipergunakan untuk apa dan tergantung ditangan siapa; tetapi satu hal yang kita ketahui manusia tidak dapat hidup tanpa pisau karena manusia membutuhkan pisau serta harus digunakan dengan sebenarnya.

II. Mengapa cinta uang dapat menjadi akar segala kejahatan? (I Tim. 6:10).
  • Uang dapat membuat seseorang melupakan anugerah Allah
    (II Tawarikh 26:16; Matius 26:14-16).

    Dalam II Tawarikh 26:16 jelas dikatakan bahwa raja Uzia melupakan anugerah Allah hanya karena uang. Waktu dia baru menjadi raja, dia dituntun untuk dekat dengan Tuhan karena dia menyadari ketidakmampuannya menjadi raja, tetapi akhirnya uang membuat dia mendapatkan kekuatan dan setelah menjadi kuat dia lupa kalau semuanya karena anugerah Allah.

    Dengan lain kata; bukan uangnya yang salah tetapi kalau karena uang kita melupakan anugerah, tidak lagi mencari Allah dan tidak menyadari bahwa semuanya karena anugerah Allah, itu akan menjadi awal dari segala kejahatan.

    Dalam Matius 26:14-16 diceritakan tentang Yudas yang sangat bodoh karena menukar Yesus hanya karena 30 keping perak.

    Kalau orang hatinya mulai tidak bersih biasanya mulai tidak bisa dipercaya soal uang. Karena uang dapat membuat orang menghalalkan segala cara.

    Orang yang melupakan anugerah adalah orang yang:
    • Tidak hidup dalam iman (I Timotius 6:10)

    • Sombong.

  • Uang dapat membuat seorang tidak menghargai pelayanan
    (Kisah Rasul 8:18-20; Kisah Rasul 5:1-5).
    • Melayani hanya untuk uang (I Timotius 3:3).
      Setiap orang butuh uang tetapi jangan sampai kita terlibat dalam pelayanan hanya karena uang. Ingat, kita bisa melayani karena anugerah Tuhan. Jangan sampai seperti Simon yang berpikiran segalanya dapat dibayar, termasuk karunia. Dalam melayani yang dibutuhkan adalah ketulusan hati.

    • Uang dapat mengatur pelayanan.
      Gereja yang hancur adalah gereja yang diatur oleh orang yang merasa kaya, ini bukan berarti bahwa orang kaya tidak boleh terlibat pelayanan tetapi hendaknya dia mengatur karena mencintai Tuhan sehingga pelayanan bisa maju.

  • Uang dapat membuat seorang lupa fokus hidupnya. (Amsal 28:20)
    Orang yang ingin cepat menjadi kaya mempunyai kecenderungan untuk menghalalkan segala cara sehingga lupa akan fokus hidupnya.

    Di akhir zaman ini dunia sedang kehilangan orang-orang yang berhati tulus. Kalau anda sebagai karyawan, bekerjalah dengan tulus. Jika anda seorang pedagang, berdaganglah dengan tulus. Jika anda businessman, lakukan bisnis dengan tulus. Jangan menghalalkan segala cara tetapi ingatlah fokus hidup kita sebagai orang percaya.

    Fokus hidup yang dimaksud adalah:
    • Kasih kepada Allah dan manusia

    • Untuk hidup dalam kekudusan.

    • Menjadi saksi Kristus (II Korintus 3:2-3).

    Tuhan rindu memberkati banyak orang tetapi “Tuhan takut” memberkatinya karena Tuhan tahu kalau dia diberkati maka dia akan melupakan anugerah.


  • Uang dapat membuat seorang lupa makna uang itu sendiri.
    Yoh. 10:10, disini jelas Yesus berkata, Aku datang untuk memberi domba-dombaKu hidup dan hidup dalam kelimpahan. Berarti tujuan/makna uang adalah untuk menolong manusia dalam kehidupan. Uang juga disebut sebagai hamba yang baik dan tuan yang jahat.

    Hidup dalam kelimpahan berarti orang disekitar kita akan turut merasakannya. Bandingkan dengan ilustrasi sebuah gelas, misal berukuran 250 ml dan diisi penuh dengan air. Jika gelas yang sudah penuh itu kita tuangkan air kedalamnya maka air dalam gelas tersebut tetap 250 ml tetapi sisanya akan melimpah keluar dan membasahi sekitarnya.

    Berkat yang Tuhan berikan sesuai kapasitas kita dan limpahannya adalah untuk memberkati orang lain yang membutuhkan.

    Mat. 6:33, kalau kita menempatkan Tuhan pada bagian yang penting dalam hidup kita maka Tuhan akan memberkati kita dengan berkelimpahan.

    Dalam doa Bapa kami (Matius 6:11) ditegaskan, berilah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya. Jadi uang adalah berkat Allah.

    Band. Mat. 25:14-15, berbicara tentang talenta; dikatakan tuan tersebut mempercayakan hartanya kepada masing-masing hambanya menurut kesanggupannya.

    (1 talenta = 6000 dinar; 1 dinar = Rp. 10.000,-; 1 talenta = Rp. 60.000.000,-)

    Waktu Yesus berbicara tentang talenta sebenarnya Dia sedang berbicara tentang harta dan bukan harta yang sedikit. Berarti dari sini kita bisa berkata bahwa Yesus tegas berkata kepada anak-anakNya ‘jangan kamu khawatir’. Persoalan tentang uang adalah persoalan kekhawatiran. Ingat, orang yang mengejar harta akan kehilangan segala-galanya, kehilangan iman, harga diri, kehagiaan rumah tangga, hubungan dengan Tuhan; tetapi orang yang mendahulukan Tuhan lebih dari segalanya maka Tuhan akan mencukupkan segala keperluannya.

    Alkitab berkata, orang yang rela kehilangan nyawanya akan mendapatkannya berarti orang yang rela kehilangan hartanya, baik untuk memberkati orang lain maupun untuk meluaskan pekerjaan Tuhan, maka justru dia akan mendapatkan hartanya; orang yang menabur banyak tidak pernah kekurangan tetapi orang yang menabur sedikit justru kehilangan segala-galanya.

The richest man is not always the greatest man. Orang yang paling kaya belum tentu yang terbesar. Tetapi orang yang tahu menggunakan uangnya dengan benar dan bertanggung jawab serta tetap konsisten dengan fokus hidupnya, orang itu pasti hidupnya diberkati.

Dahulukan Tuhan dalam hidupmu dan raihlah janji-janji Tuhan.Tuhan Yesus memberkati

(source: source: Pdt. Gilbert Lumoindong S.Th | GLMinistry.com)

 

Comments  

 
0 #3 jessfortress 2011-07-08 12:24
Silahkan di copy pak.. jangan lupa disertakan source-nya.
Quote
 
 
0 #2 andros 2011-06-01 03:24
Thanks..

Ijen untuk mengcopy

GBU............
Quote
 
 
0 #1 andros 2011-06-01 03:23
Thanks..

Pencerahan yang bagus..

God Bless... Forever
Quote
 

Add comment


Security code
Refresh

User Login


Polling

Berapa kali dalam seminggu Anda ke gereja?
 

Flag Counter

free counters

Who is online

We have 26 guests and 1 member online

jConnector